Surat Untuk Mama

Sabtu, 26 Maret 2011 Label:

y Niaby Setitik Embun Inspirasi on Monday, February 28, 2011 at 1:07pm

Sore ini aku pulang lebih awal karena kantor tidak ada orderan. Yah... semenjak ditinggal istriku aku menjalani peran ganda sebagai papa dan juga mama bagi anak perempuanku yg masih berumur 5 tahun....



Ketika aku pulang kudapati anakku sudah tidur. Aku cium keningnya dan kudapati surat surat banyak sekali.



Kuambil acak dan kubaca surat yg pertama. "Ma tadi aku dipukul papa keras sekali, papa marah karena aku hamburkan biscuit dikamar, padahal tadi aku makan biscuit karena lapar, mau makan papa lom pulang.



Hatiku langsung terasa berat..



Kulanjutkan dengan surat kedua.."Ma..hari ini papa pukul tanganku dengan keras sampai sakit kalo digerakkan... papa marah karena aku ambil kertas2 papa ..aku kangen mama makanya aku ingin kirim surat ke mama....



Tak terasa air mataku keluar lihat tulisan anak kecilku yg polos.



Kubuka surat ketiga ..."Ma hari ini papa marah dan memukulku keras sekali dan mengurungku di kamar mandi.. papa marah karena foto mama yg ada dikamar papa mau aku pindahin ke kamar aku..mau aku pasang didinding tapi aku kurang tinggi.. jadinya fotonya jatuh.. padahal aku mau taruh foto mama supaya kalo besar nanti aku selalu ingat wajah mama yang melahirkan aku.".....



Begitu kubaca surat terakir air mataku semakin tumpah dan kupeluk erat anakku yg lagi tidur....





Note:

Untuk para suami yg dianugerahi istri dan anak yang baik jangan sia siakan mereka.

 
Panggung Ilmu © 2010 | Designed by My Blogger Themes | Blogger Template by Blog Zone